Manajemen Resiko

Seperti perusahaan-perusahaan lain, Matahari rentan terhadap berbagai risiko yang memiliki pengaruh negatif terhadap operasi perusahaan. Untuk mengurangi risiko-risiko tersebut serta menjaga tercapainya tujuan strategis, reputasi, dan keberlanjutan perusahaan, Matahari menyusun suatu kerangka manajemen risiko secara menyeluruh untuk semua bagian Perseroan.

Di dalam kerangka tersebut termasuk Komite Manajemen Risiko (lihat halaman 204 diatas), dengan tugas untuk membantu Direksi dalam mengembangkan, melaksanakan, meninjau, dan memperkuat strategi-strategi Perseroan secara menyeluruh sehingga dapat mengurangi risiko-risiko yang dihadapi Perseroan. Tugas dan tanggung jawab Komite ini ditetapkan dalam Piagam Manajemen Risiko, yang dapat dilihat pada situs web Perseroan, www.matahari.co.id.

Dalam memenuhi tanggung jawabnya, Komite Manajemen Risiko bekerja sama secara intensif dengan Unit Audit Internal, Komite Audit, dan auditor eksternal Perseroan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengurangi berbagai risiko dengan menganalisis parameter risiko pada berbagai area, khususnya sistem-sistem yang penting, atau area yang berpengaruh terhadap pembiayaan dan/atau profitabilitas, kecurangan, dan penyalahgunaan wewenang.

Kerangka Manajemen Risiko Perseroan

Perseroan telah menyusun suatu Kerangka Manajemen Risiko Perusahaan (ERM/Enterprise Risk Management), yang menjelaskan tujuan, strategi, tata kelola, organisasi, metodologi, serta proses pengawasan dan pelaporan manajemen risiko perusahaan. Faktor-faktor kunci dari ERM adalah:
1. Identifikasi, pengukuran, pengawasan, dan pengendalian risiko, termasuk kesadaran akan adanya risiko;
2. Infrastruktur manajemen risiko, yang terdiri dari struktur organisasi, sistem tata kelola, pengumpulan data, metode analisa, kebijakan, prosedur, serta pelaporan; dan
3. Budaya perusahaan, terdiri dari pelatihan, pengukuran kinerja, pengembangan nilai, dan imbalan.

Kerangka ERM menyediakan sarana bagi Perseroan untuk mengidentifikasi dan mengenali berbagai risiko secara proaktif pada area-area strategis di seluruh bagian Perseroan.

Suatu aspek penting dari ERM adalah upaya untuk meningkatkan budaya risiko di seluruh Perseroan, yakni dengan melibatkan seluruh karyawan, termasuk mitra bisnis dan para pemangku kepentingan lainnya, dalam mengidentifikasi, mengawasi, dan mengelola berbagai risiko yang dihadapi Perseroan. Pada tahun 2017, Perseroan melakukan sejumlah tindakan untuk menanamkan budaya risiko dengan lebih mendalam pada seluruh tingkatan. Tindakan-tindakan tersebut terdiri dari kampanye dan pelatihan komunikasi untuk tim operasi di toko-toko dan divisi lainnya di kantor pusat. Buletin perusahaan yang berisi informasi terkini tentang risiko penting dan praktek bisnis terbaik serta petunjuk untuk mengurangi risiko, didistribusikan beberapa kali dalam satu tahun kepada seluruh pemilik proses bisnis (yaitu divisi dan departemen).

Meskipun demikian, tanggung jawab utama untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko terletak pada Direksi, Tim Manajemen, Komite Manajemen Risiko dan fungsi manajemen lainnya yang terkait.

Perseroan membentuk Komite Manajemen Risiko untuk memperkuat pemantauan dan pengendalian proses manajemen risiko. Tugas dan tanggung jawabnya, sebagaimana tercantum di dalam Piagam Komite Manajemen Risiko adalah mengembangkan, mengimplementasikan dan mengelola strategi untuk meminimalisasi risiko perseroan.

Komite Manajemen Risiko terdiri dari:
• Chief Executive Officer
• Chief Financial Officer
• HR Director
• Store Operation Director
• Head of Risk Management & Internal Audit

Dan Komite ini mengadakan rapat secara berkala untuk memastikan pengendalian risiko perseroan telah dijalankan sebagaimana mestinya.

Risiko Penting dan Mitigasi
Proyek Pengelolaan Risiko Matahari memberikan data tentang risiko penting dan pengendaliannya dalam setiap proses bisnis Perseroan. Data ini akan digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan, kehebatan, atau dampak risiko tertentu sehubungan dengan situasi keuangan, operasi, karyawan, nama baik dan reputasi Perseroan, serta hal-hal yang terkait dengan peraturan Perseroan.

Data ini dapat mencakup risiko-risiko yang berhubungan dengan situasi politik dan ekonomi, persaingan, kesehatan dan keselamatan kerja, serta dampak lingkungan Perseroan. Selain itu, Perseroan dan semua toko rentan terhadap risiko keamanan tertentu, dan Perseroan telah melakukan penanganan yakni dengan cara memasang suatu sistem canggih yang disebut Electronic Article Surveillance, termasuk di dalamnya pemasangan Closed Circuit Television (CCTV). Sistem ini mendukung tugas karyawan bagian keamanan serta memperkuat pengendalian terhadap operasi perusahaan dengan menyediakan sarana untuk meningkatkan pengawasan pada toko-toko tertentu yang memiliki suatu profil risiko tinggi.

Informasi lebih terinci tentang risiko utama yang dihadapi Perseroan dapat dilihat pada bagian Risiko Bisnis pada halaman 125-135 dari Laporan Tahunan ini. Saat ini Proyek Pengelolaan Risiko sedang dalam tahap penilaian kembali terhadap seluruh siklus bisnis perusahaan untuk memastikan bahwa semua risiko telah teridentifikasi dan rencana mitigasi telah dilakukan secara efektif. Proses ini akan memakan waktu selama satu siklus dua tahunan.