KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI

Komite Nominasi dan Remunerasi bertugas untuk membantu Dewan Komisaris dalam melakukan tinjauan dan pembaruan kebijakan yang berkaitan dengan nominasi dan remunerasi Direksi, Tim Manajemen, dan karyawan, serta memberikan masukan terkait pelaksanaannya.

Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi

Sesuai dengan Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014, Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan  terdiri dari Komisaris Independen yang berperan sebagai ketua, satu anggota Dewan Komisaris lainnya, dan Manajer Sumber Daya Manusia.

Komposisi anggota Komite Nominasi dan Remunerasi per 31 Desember 2018 adalah sebagai berikut:

Roy N. Mandey

Ketua

Roy N. Mandey diangkat untuk masa jabatan pertamanya sebagai Wakil Komisaris Utama (Independen) pada 27 April 2018, berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 76 tanggal 27 April 2018, di Jakarta. Beliau lulus dari Universitas Jayabaya dengan gelar Sarjana Manajemen.

Beliau telah menjabat berbagai posisi eksekutif di berbagai perusahaan, termasuk sebagai Sales & Marketing Manager Era Indonesia Corp, PT Megapolitan Group, dan PT Bukit Sentul Tbk ketika masih dimiliki oleh Lippo Group; Senior Account Director di advertising agency PT Rainbow Cipta Utama; dan Local Partner ICash Global Rewards & Loyalty, Sdn (Bhd), Kuala Lumpur, Malaysia. Beliau kembali ke Lippo Group pada tahun 2007 dan menjabat Vice President of Corporate Communications PT Matahari Putra Prima Tbk (2007-2012), kemudian Vice President of Malls PT Nadya Putra Investama (2012-2015), dan Associate Director of Corporate Communications & Government Affairs  PT Multipolar Tbk (2015-2017). Beliau juga saat ini adalah Ketua Asosiasi Pengecer Indonesia (APRINDO, dan Wakil Ketua Kebijakan Publik & Usaha Kecil Menengah KADIN (Kamar Dagang dan Industri di Indonesia), posisi ini dijabat sejak tahun 2015.

Travis Saucer

Anggota

Travis Saucer ditetapkan kembali sebagai Komisaris Perseroan pada tahun 2018, berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 76 tanggal 27 April 2018, di Jakarta. Beliau pertama kali menjadi Komisaris pada 14 Juni 2013, berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2013, setelah sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Independen Perusahaan (2012-2013) dan Chief Executive Officer (2006-2011). Beliau meraih gelar Sarjana Pemasaran dari Troy University, USA.

Beliau saat ini menjabat di PT Matahari Putra Prima Tbk sebagai Komisaris Independen (2013-sekarang), Ketua Komite Audit (2014-sekarang) dan Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi (2015-sekarang).

Jenny Hendra

Anggota

Diangkat sebagai anggota Komite Nominasi dan Remunerasi pda tanggal 13 Agustus 2015. Beliau adalah lulusan Sarjana Teknologi Informasi dari Universitas Bina Nusantara. Beliau telah berpengalaman selama lebih dari 20 tahun di bidang Sumber Daya Manusia, serta sempat bekerja sebagai Human Resources Executive di PT Mulia Intipelangi (1996-2008) sebelum akhirnya bergabung dengan Matahari di tahun 2009 sebagai Head of Compensation Benefit & Personnel Admin.

Independensi Komite Nominasi dan Remunerasi

Komite Nominasi dan Remunerasi bekerja secara independen dari manajemen Perseroan, sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014. Anggota komite tidak memiliki hubungan keluarga ataupun afiliasi bisnis dengan anggota Dewan Komisaris lainnya atau anggota Direksi, atau pemegang saham mayoritas.

Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi

Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi ditetapkan pada 1 Desember 2015 dan berisi tentang uraian tugas-tugas Komite. Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi dapat diakses melalui situs web kami, www.matahari.co.id.

Tugas dan Tanggung Jawab Komite Nominasi dan Remunerasi

Sebagaimana dinyatakan dalam Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi tanggal 1 Desember 2015, adapun tugas Komite Nominasi dan Remunerasi adalah sebagai berikut:

1. Terkait dengan fungsi nominasi:

a. Untuk menjalankan prosedur berikut ini:

1) Mempersiapkan proses pencalonan anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris

2) Menyusun kebijakan dan kriteria yang diperlukan untuk proses nominasi calon aggota Direksi dan/ atau Dewan Komisaris;

3) Membantu Dewan Komisaris mengevaluasi kinerja Direksi dan/atau Dewan Komisaris;

4) Mempersiapkan program pengembangan kompetensi bagi anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris; dan

5) Mengkaji dan mengusulkan kandidat yang memenuhi persyaratan sebagai anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris kepada Dewan Komisaris, yang kemudian akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

b. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai hal-hal berikut:

1) Komposisi anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris;

2) Kebijakan dan kriteria yang diperlukan dalam proses nominasi;

3) Kebijakan penilaian kinerja terhadap anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris.

c. Membantu Dewan Komisaris dalam menilai kinerja anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris berdasarkan kriteria yang telah disepakati;

d. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai program pengembangan kompetensi bagi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris; dan

e. Mengusulkan calon yang memenuhi persyaratan sebagai anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris kepada Dewan Komisaris untuk kemudian diserahkan dalam RUPS.

2. Terkait dengan proses remunerasi:

a. Untuk melaksanakan prosedur berikut ini:

1) Mempersiapkan struktur remunerasi bagi anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris;

2) Menyusun kebijakan tentang remunerasi bagi anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris;

3) Menghitung jumlah remunerasi untuk anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris.

b. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai hal-hal berikut:

1) Struktur remunerasi;

2) Kebijakan remunerasi; dan

3) Jumlah remunerasi.

c. Membantu Dewan Komisaris dalam menilai kesesuaian antara kinerja dan remunerasi yang diterima oleh masing-masing anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris;

d. Dalam merekomendasikan kebijakan remunerasi, Komite Nominasi dan Remunerasi harus dapat mempertimbangkan setidaknya suatu susunan yang didasarkan pada kinerja kerja, daya saing pasar, dan kapasitas keuangan Perseroan.

Frekuensi Rapat dan Kehadiran

Komite Nominasi dan Remunerasi wajib menyelenggarakan rapat setidaknya satu kali setiap 4 bulan, hal ini sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 dan Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi.

Komite Nominasi dan Remunerasi telah mengadakan 7 kali rapat di tahun 2018, dengan tingkat kehadiran sebesar 100%.

Pelatihan dan Pendidikan untuk Komite Nominasi dan Remunerasi

Tidak ada pelatihan formal atau kegiatan pengembangan kompetensi yang diberikan untuk anggota Komite Nominasi dan Remunerasi di tahun 2018.

Kebijakan Suksesi Direksi

Komite Nominasi dan Remunerasi membantu Perseroan dalam menjaga kelancaran tingkat turnover keanggotaan Dewan yaitu dengan senantiasa memastikan bahwa sudah ada kandidat pengganti berkualifikasi tinggi yang telah disiapkan untuk mengisi posisi lowongan di kemudian hari. Sampai saat ini, Komite Nominasi dan Remunerasi telah mengembangkan kebijakan dan kriteria yang diperlukan untuk proses nominasi dan mengidentifikasi calon pejabat eksekutif yaitu dengan mengevaluasi kompetensi kerja, pengalaman, kualifikasi, dan keterampilan mereka. Perseroan menggunakan perusahaan pencarian global profesional eksternal dalam mencari kandidat Direksi. Ketika lowongan sudah ada, Komite akan mengusulkan nama calon-calon potensial untuk mendapatkan persetujuan dari Dewan Komisaris dan Direksi. Kebijakan ini dinilai dapat membantu dalam meminimalisasi risiko posisi utama yang dibiarkan kosong.

Laporan Komite Nominasi dan Remunerasi tahun 2018

Kegiatan KNR di sepanjang tahun 2018 adalah sebagai berikut:

  • Memberikan masukan terhadap penilaian kinerja Dewan Komisaris dan Direksi;
  • Mengkaji sistem dan formula remunerasi, serta memberikan rekomendasi mengenai jumlah remunerasi yang akan dibayarkan kepada Dewan Komisaris dan Direksi;
  • Meninjau berbagai keterampilan dan keahlian yang diperlukan untuk Dewan dan Manajemen;
  • Mengidentifikasi dan mengusulkan kandidat yang memenuhi syarat untuk menjabat sebagai Dewan Komisaris dan Direksi;
  • Menelaah rencana suksesi Direksi.