KOMITE AUDIT

Komite Audit bertugas untuk membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan, terutama yang terkait dengan
sistem pengendalian internal, laporan keuangan dan auditor eksternal, serta mengkaji informasi keuangan Perseroan dan pelaksanaan audit oleh auditor internal.

Anggota Komite Audit

Sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK No. 55/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Kerja Komite Audit, serta sebagaimana ditentukan dalam Piagam Komite Audit, keanggotaan Komite Audit setidaknya terdiri dari tiga anggota, termasuk sekurang-kurangnya satu Komisaris Independen Perseroan yang berperan sebagai Ketua Komite, dan pihak eksternal lainnya yang tidak memiliki hubungan apapun dengan Perseroan.

Per 20 September 2021, komposisi anggota Komite Audit antara lain sebagai berikut:

Nama

Posisi

Dasar Hukum Penunjukan

Masa Jabatan

Roy Nicholas Mandey 

Ketua

(Wakil Presiden Komisaris Independen)

 

SK Dekom No. 03/Dekom-MDS/IX/2021 tanggal 20 September 2021

2021-2024

Peter Chambers

Anggota (Independen)

SK Dekom No. 03/Dekom-MDS/IX/2021 tanggal 20 September 2021

2021-2024

Hasan M. Soedjono

Anggota (Independen)

SK Dekom No. 03/Dekom-MDS/IX/2021 tanggal 20 September 2021

2021-2024

       

   Independensi Anggota Komite Audit

Anggota Komite Audit wajib memenuhi persyaratan independensi sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 55/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015 perihal Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit. Seluruh anggota Komite Audit adalah para profesional di bidangnya dan dipilih berdasarkan antara lain integritas, kompetensi, pengalaman dan pengetahuan di bidang keuangan. Mereka tidak memiliki hubungan keluarga atau bisnis dengan anggota Dewan Komisaris atau Direksi, atau pemegang saham utama, dan tidak memiliki hubungan keuangan dengan Perseroan selain kompensasi yang mereka terima untuk menjalankan tugasnya sebagai anggota Komite Audit dan (dalam hal Ketua) Dewan Komisaris.

Piagam Komite Audit

Perseroan telah menetapkan Piagam Komite Audit pada tanggal 22 Juni 2020. Piagam tersebut menjelaskan tugas umum dan spesifik Komite Audit, yang mencakup bidang-bidang berikut:

1. Struktur Komite Audit;
2. Kualifikasi Keanggotaan Komite Audit;
3. Tugas dan Tanggung Jawab;
4. Wewenang dan Tujuan;
5. Rapat Komite Audit;
6. Pelaporan;
7. Masa Jabatan.

Piagam Komite Audit tersedia di situs web kami di http://matahari.co.id/id/charters/piagam-komite-audit/112

Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit

Peran Komite Audit adalah:

a. Memastikan kepatuhan Perseroan terhadap hukum, peraturan, serta kebijakan dan prosedur perusahaan yang berlaku;
b. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penerapan kebijakan dan prosedur perusahaan dan perlindungan aset Perseroan;
c. Memastikan laporan keuangan yang andal dan akurat sebagai alat untuk mengukur pencapaian tujuan perusahaan.

Tugas utama Komite Audit, sebagaimana ditentukan dalam Piagam Komite Audit, adalah sebagai berikut:

1. Memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris atas laporan atau informasi yang diberikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris.
2. Mengidentifikasi hal-hal yang membutuhkan perhatian Dewan Komisaris.
3. Melaksanakan tugas Dewan Komisaris lainnya, meliputi antara lain:

a. Mengkaji informasi keuangan yang akan dikeluarkan oleh Perseroan, seperti laporan keuangan, proyeksi tahunan, dan laporan terkait lainnya mengenai informasi keuangan.
b. Memeriksa dan melakukan verifikasi kepatuhan Perseroan terhadap hukum dan peraturan pasar modal serta undang-undang dan peraturan lain yang relevan dengan kegiatan Perseroan.
c. Memberikan pendapat independen ketika perbedaan pendapat terjadi antara manajemen dan akuntan atas layanan yang diberikan.
d. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjukan Auditor Eksternal berdasarkan independensi, ruang lingkup pekerjaan dan biaya.
e. Memeriksa dan melakukan verifikasi secara menyeluruh pelaksanaan pemeriksaan yang dilakukan oleh Auditor Internal dan pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi Perseroan sehubungan dengan temuan Auditor Internal.
f. Mengkaji dan melaporkan kepada Dewan Komisaris berbagai risiko yang dihadapi oleh Perseroan dan pelaksanaan kegiatan manajemen risiko oleh Direksi, apabila Perseroan tidak memiliki fungsi peninjauan risiko di bawah Dewan Komisaris.
g. Meninjau setiap keputusan yang terkait dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan.
h. Mengkaji dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris sehubungan dengan potensi konflik kepentingan.
i. Melakukan investigasi terhadap indikasi kekurangan atau kesalahan dalam keputusan rapat Direksi atau dalam implementasi keputusan rapat Direksi. Investigasi tersebut dapat dilakukan oleh Komite Audit atau pihak independen yang ditunjuk oleh Komite Audit atas biaya Perseroan.
j. Memeriksa dan melaporkan kepada Dewan Komisaris keluhan terkait dengan Perseroan.
k. Melaporkan penerapan manajemen risiko dan potensi risiko yang dihadapi Perseroan.
l. Menjaga kerahasiaan dokumen, data, dan informasi rahasia Perseroan.

Wewenang Komite Audit

Agar dapat melaksanakan tugas-tugasnya secara efektif, Komite Audit memiliki wewenang untuk mengakses semua laporan keuangan, temuan audit internal, dan risalah rapat Direksi, serta informasi dan catatan Perseroan tentang staf, dana, aset, dan sumber daya lainnya. Selain itu, Komite Audit berwenang untuk berkomunikasi secara langsung dan tidak langsung dengan Manajemen, staf Perseroan, Unit Audit Internal dan Auditor Eksternal, sebagaimana diperlukan.

Frekuensi Rapat dan Jumlah Kehadiran

Menurut Piagam Komite Audit, dan sesuai dengan Peraturan OJK No. 55/POJK.04/2015 rapat harus diadakan setidaknya sekali setiap kuartal, dan harus dihadiri sekurang-kurangnya oleh lebih dari setengah anggota. Setiap rapat harus dicatat risalahnya dan dilaporkan ke Dewan Komisaris.
Di tahun 2020, Komite Audit mengadakan rapat sebanyak 5 kali, dengan tingkat kehadiran sebesar 100%.

Pernyataan Komite Audit tentang Efektivitas Sistem Pengendalian Internal

Pada tahun 2020, Komite Audit menilai pengendalian internal Perseroan telah berjalan efektif. Penilaian ini didasarkan pada pengujian Komite terhadap sistem pengendalian internal, termasuk pengendalian keuangan dan operasional, manajemen risiko dan kepatuhan, serta diskusi dengan manajemen dan auditor internal dan eksternal.

Laporan Komite Audit untuk 2020

Sesuai dengan peraturan yang diatur dalam peraturan Bapepam-LK No. IX.I.5, Ketua Bapepam Keputusan No. Kep-29/PM/2004 jo Kep-643/BL/2012 jo. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 55/POJK.04/2015 tanggal 29 Desember 2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kinerja Komite Audit, Peraturan Bursa Efek Indonesia No. I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat tanggal 20 Januari 2014 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 13/POJK.03/2017 tanggal 27 Maret 2017 tentang Penggunaan Jasa Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik dalam Kegiatan Jasa Keuangan, kami selaku Komite Audit Perseroan telah melakukan hal-hal berikut:

1. Mengkaji Laporan Keuangan Perseroan dan informasi keuangan lainnya untuk periode satu tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2019.
2. Mengkaji independensi dan objektivitas Auditor Eksternal.
3. Mengkaji kecukupan pemeriksaan yang dilakukan oleh Akuntan Publik untuk memastikan bahwa semua risiko Perseroan yang substansial telah tercakup dan dipertimbangkan secara memadai (adequate), yang meliputi:

a. Area di mana sistem pengendalian internal sangat penting;
b. Area yang berpotensi dalam meningkatkan profitabilitas dan efisiensi biaya;
c. Area yang mengandung risiko tinggi dalam penyalahgunaan wewenang;
d. Area yang rawan penyelewengan; dan
e. Aspek operasional, keuangan, dan informasi teknologi.

4. Melakukan penilaian terhadap pemilihan Akuntan Publik yang direkomendasikan oleh Komite Audit dan disetujui bersama oleh Direksi dan Dewan Komisaris.
5. Mengkaji efektivitas pengendalian internal Perseroan.
6. Mengkaji tingkat kepatuhan Perseroan terhadap peraturan pasar modal dan undang-undang lainnya yang relevan dengan kegiatan Perseroan.

Dalam rangka menjalankan tanggung jawab pengungkapan hasil tinjauannya ke dalam Laporan Tahunan Perseroan, Komite Audit melaporkan bahwa:
a. Kegiatan bisnis Perseroan telah dilakukan dengan pengendalian internal yang efektif, yang kualitasnya terus ditingkatkan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Direksi di bawah pengawasan Dewan Komisaris.
b. Laporan keuangan telah disusun dengan baik dan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia
c. Perseroan telah mematuhi peraturan perundang-undangan pasar modal dan peraturan lain yang relevan dengan kegiatan Perseroan.
d. Penunjukan Akuntan Publik di 2019 telah direkomendasikan oleh Komite Audit dengan mempertimbangkan aspek kompetensi dan independensi, yang kemudian telah disetujui bersama oleh Direksi dan Dewan Komisaris yang diamanatkan oleh pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan 26 April 2019.
e. Tidak ada potensi penyalahgunaan wewenang atau penyelewengan yang teridentifikasi dan memerlukan perhatian dan pertimbangan Dewan Komisaris Perseroan.
f. Tidak ditemukan ketidakpatuhan pada keputusan Pemegang Saham atas jumlah dan pembayaran total remunerasi tahunan kepada Dewan Komisaris.