MATAHARI MENGUMUMKAN BUYBACK SAHAM SENILAI Rp 1.25 TRILIUN; MEMPERKUAT POSISINYA SEBAGAI PLATFORM RITEL TERBESAR DAN PALING MENGUNTUNGKAN DI INDONESIA

  • Program Buyback menunjukkan keyakinan Direksi; akan melakukan pembelian kembali saham sampai dengan 7% saham Perseroan;
  • Memperkuat posisi Matahari sebagai platform ritel terbesar di Indonesia;
  • Perseroan fokus untuk mengembangkan format gerai utama yang berprofit tinggi, dan juga investasi cermat di perdagangan online, merek-merek baru dan logistik.

PT Matahari Department Store Tbk (“Matahari” atau “Perseroan”; kode saham: “LPPF”), peritel terkemuka dan paling menguntungkan di Indonesia pada hari ini mengumumkan akan melakukan pembelian kembali saham (buyback) hingga Rp 1,25 triliun, dengan harga maksimum sebesar Rp 13.330 per lembar saham. Selain itu Perseroan juga mengumumkan rencananya untuk melakukan re-branding menjadi “Matahari”, agar dapat lebih merefleksikan posisi Perseroan sebagai peritel omni-channel.

Perseroan akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 Oktober 2018, yang mengharapkan persetujuan dari para pemegang saham mengenai proposal dari Manajemen. Program pembelian saham kembali akan melakukan pembelian saham hingga 7% dari total saham Perseroan, merefleksikan keyakinan Manajemen terhadap kinerja Perseroan. Manajemen melihat pelemahan pasar yang terjadi saat ini sebagai kesempatan yang baik untuk meningkatkan keuntungan bagi para pemegang saham.

Eddy Handoko, Presiden Direktur Multipolar mengatakan “Sebagai pemegang saham terbesar di Matahari, kami mendukung penuh proposal Manajemen untuk melakukan pembelian kembali saham Perseroan, dan kami tidak akan berpartisipasi untuk melakukan penjualan saham dalam program ini”.

CEO dan Wakil Presiden Direktur Perseroan, Richard Gibson mengatakan, “Sebagai peritel terkemuka di Indonesia kami percaya bahwa kami masih memiliki ruang untuk dapat mengembangkan format gerai utama kami, sehingga kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada target pasar kami yaitu segmen masyarakat dengan pendapatan menengah untuk beberapa tahun ke depan. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan jumlah gerai kami, terutama format gerai utama, juga mengembangkan merek dalam format specialty store sebagai pelengkap strategi pertumbuhan kami.

Selain itu kami juga akan kembali melakukan investasi dalam kapabilitas logistik kami, yang tidak hanya akan mengurangi biaya operasional bisnis inti kami, tapi juga mendukung bisnis e-commerce kami yang berkembang pesat dan meningkatkan layanan yang menguntungkan bagi pihak ke-tiga. Pada tahun mendatang, kami berencana untuk meningkatkan investasi modal di di anak perusahaan kami, PT Matahari Nusantara Logistik (MNL) sekitar Rp 500 miliar, untuk membiayai pembelian fasilitas distribusi multi-fungsi, dengan luas lebih dari 50.000 m2.

Sehubungan dengan hal-hal di atas, kami berpendapat bahwa harga saham Perseroan saat ini sangat di bawah harga sewajarnya, dan karena itu memberikan kesempatan yang baik untuk meningkatkan keuntungan bagi para pemegang saham kami.”

Perseroan juga dengan gembira memberitahukan bahwa PT Global Ecommerce Indonesia (GEI), perusahaan di mana Matahari merupakan pemegang saham minoritas, telah mengindikasikan akan menyelesaikan tambahan pendanaan mereka pada akhir tahun ini. Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, Matahari tidak akan melakukan partisipasi kembali, tetapi sangat gembira melihat perkembangan investasi di GEI terus berkembang dengan baik. GEI juga mengindikasikan bahwa mereka telah berhasil melakukan investasi di beberapa perusahaan antara lain: Red Carpet Logistics (RCL), penyedia layanan logistik ritel, dan Mbiz, platform B to B e-Commerce terkemuka dengan pendapatan sebesar lebih dari Rp 800 miliar di tahun 2017, di mana Tokyo Century merupakan salah satu pemegang saham minoritas.