Praktek Tata Kelola

Sebagai salah satu jaringan department store terkemuka di Indonesia, Matahari Department Store berkomitmen untuk meraih pertumbuhan yang berkelanjutan dan bertanggungjawab dengan memberikan manfaat, serta bertindak atas dasar kepentingan terbaik para pemegang saham dan pemangku kepentingan. Sebagai bagian dari komitmen ini, Perseroan berusaha menerapkan standar tata kelola perusahaan yang terbaik.

Tata Kelola yang baik (GCG) terdiri dari proses, sistem dan perilaku yang mendukung integritas dan efisiensi sebuah perusahaan. Tata kelola memastikan bahwa kepentingan Perseroan dan para pemegang saham serta pemangku kepentingan lainnya, termasuk manajemen, karyawan, pelanggan, pemasok, dan masyarakat tetap seimbang. Hal ini penting untuk meraih kepercayaan seluruh pemangku kepentingan, yang pada gilirannya merupakan prasyarat kelanjutan usaha. Oleh karenanya, Matahari menerapkan GCG bukan hanya untuk mematuhi peraturan, tetapi juga sebagai elemen penting dalam mempertahankan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, meningkatkan nilai perusahaan dan mengelola usaha dengan lebih bertanggungjawab dan efisien.

Sebagai salah satu perusahaan publik yang terpercaya, Matahari berupaya menjunjung prinsip-prinsip utama tata kelola sebagaimana dijelaskan oleh the Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD): transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi, dan keadilan ditanamkan di seluruh operasi Perseroan. Prinsip-prinsip tersebut membentuk dasar Pedoman Perilaku Perseroan, dan dirinci di bawah ini.

1. Transparansi
Transparansi mengacu kepada kesediaan Perseroan untuk memberikan informasi yang jelas, akurat, dan tepat waktu kepada para pemegang saham dan pemangku kepentingan lain. Perseroan menyediakan informasi yang obyektif dalam bentuk laporan-laporan keuangan, informasi investor, dan materi atau pengungkapan lain yang relevan, yang tersedia di dalam situs perusahaan www.matahari.co.id, serta yang tertera di laporan keuangan Perseroan.

2. Akuntabilitas
Akuntabilitas mengacu kepada tanggungjawab Manajemen kepada para pemegang saham dan pemangku kepentingan lain berkenaan dengan penerapan strategi Perseroan dan pencapaian tujuannya, serta kewajiban untuk mempertanggungjawabkan seluruh tindakan dan keputusan kepada Dewan, para pemegang saham, dan pihak lain yang berkepentingan. Selain itu juga mencakup pengawasan yang efektif terhadap Manajemen oleh Dewan Komisaris, dan pertanggungjawabannya kepada para pemegang saham.

3. Pertanggungjawaban
Pertanggungjawaban berhubungan dengan kepatuhan Perseroan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku dan penghargaan terhadap hak-hak dari pemangku kepentingan. Hal ini juga dilaksanakan melalui tindakan Perseroan untuk melindungi dan meningkatkan keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan masyarakat dan kehidupan yang sehat.

4. Independensi
Independensi mengacu kepada tindakan yang diambil Perseroan untuk memberikan jaminan bahwa Perseroan mengelola bisnis secara profesional, tanpa ada benturan kepentingan atau pengaruh atau tekanan dari pihak manapun yang bertentangan dengan hukum dan peraturan. Hal ini ditunjukkan oleh pembuatan keputusan Perseroan yang obyektif, mempertimbangkan berbagai aspek, tetapi bebas dari tekanan apapun dari pihak ketiga.

5. Keadilan
Manajemen dituntut untuk memperlakukan seluruh pemegang saham secara adil, terlepas dari apakah mereka pemegang saham mayoritas atau minoritas, serta menjamin hak-hak para pemegang saham dan pemangku kepentingan. Oleh karenanya, Perseroan senantiasa memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pemegang saham untuk memilih dalam RUPS, dan memperlakukan seluruh pemangku kepentingan secara adil sehubungan dengan ketenagakerjaan, pelatihan, akses informasi, dan lainnya.

Kami berupaya untuk terus meningkatkan penerapan dan efektivitas prinsip-prinsip ini di dalam kegiatan kami untuk memastikan bahwa kami dapat:

          1. Terus memperkuat hubungan antara Dewan Komisaris dan Direksi;
          2. Terus meningkatkan efektivitas fungsi pengawasan dan pengelolaan Perseroan;
          3. Memastikan diterapkannya standar tertinggi dari akurasi dan integritas keuangan;
          4. Memastikan pengungkapan informasi secara tepat waktu;
          5. Membuat keputusan secara etis dan dapat dipertanggungjawabkan;
          6. Mengidentifikasi dan mengelola risiko secara lebih efektif;
          7. Menjunjung hak para pemegang saham secara konsisten;
          8. Memberikan remunerasi yang sesuai dan pantas;
          9. Memastikan terus terpenuhinya seluruh hukum dan peraturan yang berlaku.

Kerangka tata kelola perusahaan Matahari dirancang untuk memastikan pemisahan yang jelas antara pengawasan dan pengambilan keputusan dalam Perseroan, serta pengawasan yang efektif terhadap seluruh aspek penting dalam kegiatan operasional. Element utama dalam kerangka tata kelola perusahaan mencakup kerangka pengendalian internal yang tangguh, unit audit internal, sistem manajemen risiko yang komprehensif, sistem whistleblowing, audit eksternal, pengungkapan yang lengkap dan tepat waktu atas infomasi online, dan fungsi Sekretaris Perusahaan yang proaktif. Seluruh elemen ini menjalani penelaahan yang ketat dan berkala untuk memastikan ketepatan dengan sasaran dan sesuai dengan ruang lingkup dan skala operasi yang sedang berkembang.

Matahari senantiasa berupaya memenuhi kode tata kelola perusahaan dengan menilai implementasi praktik tata kelola perusahaannya dengan indikator-indikator yang ditetapkan di ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), yang didasari oleh prinsip-prinsip GCG OECD. Peningkatan Perseroan dalam hal penerapan GCG secara terus menerus tercermin dari perbaikan yang konsisten atas peringkatnya pada the Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) Corporate Governance Awards. Di tahun 2016, Matahari termasuk dalam peringkat 20 teratas dari perusahaan publik Indonesia dengan kinerja tata kelola perusahaan yang terbaik, naik dari 30 teratas di tahun 2015, dan menerima penghargaan untuk pengungkapan dan transparansi terbaik. Perseroan juga meraih Penghargaan GCG Indonesia dari majalah Economic Review.

Perusahaan menggunakan asesmen dari ACGS, selain juga proses pemantauan dan peninjauan internal yang dilakukan secara berkala, untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki sejalan dengan peraturanperaturan dan GCG Roadmap yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ke depan, Matahari akan terus meningkatkan praktik-praktik tata kelolanya dengan memperkuat dasar dari kerangka tata kelola perusahaan; meningkatkan perlindungan terhadap hak-hak pemegang saham melalui perlakuan yang adil kepada para pemegang saham, termasuk pemegang saham minoritas; mendorong kerja sama aktif antara Perseroan dan pemangku kepentingan; dan tindakan-tindakan lain yang dapat meningkatkan keunggulan kompetitif Perseroan, memungkinkannya untuk lebih efisien dan meminimalkan penipuan, sehingga akan meningkatkan nilai Perseroan.

Kerangka GCG Perseroan didukung oleh peraturan dan kebijakan perusahaan sebagai berikut:

1. Anggaran Dasar
2. Peraturan Perusahaan
3. Pedoman Perilaku
4. Panduan dan Prosedur Operasi Standar DewanKomisaris
5. Panduan dan Prosedur Operasi Standar Direksi
6. Piagam Komite Audit
7. Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi
8. Piagam Manajemen Risiko
9. Piagam Internal Audit