Perseroan telah mengadopsi sistem pengelolaan risiko yang komprehensif dan sangat teliti yang dirancang
untuk melindungi pencapaian tujuan strategis Perseroan, meningkatkan profitabilitas dan menjamin keberlanjutan usaha.

Kebijakan Manajemen Risiko

Sebagai salah satu perseroan retail terkemuka di Indonesia yang terus mengembangkan bisnisnya, Perseroan telah mengembangkan dan menerapkan suatu kebijakan manajemen risiko yang menyeluruh.

Kebijakan ini bertujuan untuk melakukan pengendalian terhadap seluruh potensi risiko perseroan yang dapat terjadi dan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan strategis organisasi dan menjamin pertumbuhan usaha yang keberlanjutan. Kebijakan ini di-design dengan melibatkan seluruh komponen dalam perseroan untuk memberikan kontribusinya dan berpartisipasi aktif dalam pengendalian risiko.

Direksi, Tim Manajemen, Komite Manajemen Risiko dan posisi manajerial lain yang relevan, memiliki tanggung jawab utama untuk:
• mengidentifikasi
• menganalisa
• mengendalikan dan mengelola risiko-risiko.

Namun demikian, Perseroan sangat percaya bahwa menanamkan kesadaran akan risiko (budaya risiko) ke seluruh organisasi sangatlah penting, dan karena itu, karyawan, pemangku kepentingan dan mitra-mitra usaha mempunyai peran untuk memastikan bahwa risiko-risiko telah diidentifikasi, antisipasi, dipantau dan ditangani secara efektif.

Pendekatan Perseroan terhadap manajemen risiko didefinisikan di dalam Kerangka Manajemen Risiko Perseroan (Enterprise Risk Management Framework), yang menyampaikan tujuan, strategi, organisasi dan tata kelola, metodologi, proses pemantauan dan pelaporan untuk manajemen risiko.

Komponen utama Kerangka tersebut adalah:

  1. Identifikasi risiko, termasuk kesadaran risiko, pengukuran, pemantauan dan pengendalian;
  2. Infrastruktur manajemen risiko, termasuk struktur organisasi, sistem tata kelola, pengumpulan data, metode analisa, kebijakan, prosedur dan pelaporan; dan
  3. Budaya perseroan, termasuk pelatihan, pengukuran kinerja, pengembangan nilai dan penghargaan.

Dengan kerangka ini, Perseroan dapat mengidentifikasi dan menangani risiko secara preventif dan proaktif di seluruh area strategis.

Dalam proses utama pengendalian risiko, Perseroan telah mengimplementasikan Risk Control Self-Assessment (RCSA) kepada seluruh business process di perseroan dengan melakukan identifikasi potensi risiko, melakukan assessment dan pengukuran risiko serta melakukan pengendalian risiko dengan menerapkan strategi-strategi untuk me-mitigasi potensi kerugian perseroan dari sisi operasional, keuangan, bisnis dan reputasi. Rangkaian proses pengendalian risiko ini dilaksanakan secara berkala dan dilaporkan kepada Management dan Komite Audit perseroan.

Perseroan membentuk Komite Manajemen Risiko untuk memperkuat pemantauan dan pengendalian proses manajemen risiko. Tugas dan tanggung jawabnya, sebagaimana tercantum di dalam Piagam Komite Manajemen Risiko adalah mengembangkan, mengimplementasikan dan mengelola strategi untuk meminimalisasi risiko perseroan.

Komite Manajemen Risiko terdiri dari:
• Chief Executive Officer
• Chief Finance Officer
• HR Director
• Store Operation Director
• Head of Risk Management & Internal Audit

Dan Komite ini mengadakan rapat secara berkala untuk memastikan pengendalian risiko perseroan telah dijalankan sebagaimana mestinya.

Perseroan terpengaruhi oleh risiko yang umumnya terjadi pada usaha-usaha lain, termasuk risiko terkait kondisi politik dan ekonomi, persaingan usaha, dampak terhadap lingkungan hidup serta kesehatan dan keselamatan kerja. Karena sifat alamiah bisnis yang dijalaninya, Perseroan terpengaruhi oleh risiko tambahan yang khusus terkait dengan bisnis ritel modern, termasuk risiko keamanan. Untuk meminimalkan risiko ini, Perseroan telah memasang sistem Electronic Article Surveillance, termasuk Closed Circuit Television (CCTV) untuk mendukung kerja staf keamanan Perseroan.

Perseroan melakukan pendekatan yang agresif untuk menanamkan budaya sadar risiko di seluruh organisasi
dengan melakukan pelatihan tim operasional gerai dan divisi lain di kantor pusat, melaksanakan kampanye
komunikasi dan mendistribusikan newsletter ke semua pelaksana proses bisnis (divisi dan departemen) untuk
berbagi informasi mengenai risiko signifikan dan memberikan rekomendasi mitigasi yang relevan.

Pada tahun 2015, Perseroan menindaklanjuti Proyek Manajemen Risiko dengan melakukan penelaahan kembali seluruh siklus bisnis organisasi untuk memastikan risiko telah diidentifikasi dan rencana mitigasi telah dijalankan secara efektif. Proses ini akan dilakukan setiap dua tahun.