Perseroan memiliki Unit Audit Internal (IAU), yang melapor secara langsung kepada Presiden Direktur. IAU memberikan penilaian independen mengenai efektivitas pengendalian internal, serta sistem dan implementasi manajemen risiko Perseroan. Selain itu, IAU memberikan jaminan kualitas praktik tata kelola perseroan secara umum. IAU melakukan audit secara rutin untuk semua aspek organisasi, yang berfokus kepada proses dan fungsi-fungsi yang memiliki peringkat risiko lebih tinggi karena berpotensi menyebabkan dampak negatif terhadap Perseroan dan pemangku kepentingannya.

Piagam Audit Internal

Piagam Audit Internal mendefinisikan struktur dan posisi Unit Audit Internal (IAU) di dalam Perseroan; kualifikasi, tugas dan tanggung jawab, wewenang auditor, prosedur pengangkatan, penggantian dan penghentiannya, rencana, panduan dan prosedur pelaporan IAU, kemandirian dan objektivitas IAU, serta Kode Etik untuk auditor internal. Piagam Audit Internal dibentuk sesuai dengan Keputusan Ketua Bapepam-LK No.KEP-496/BL/2008 tertanggal 28 November 2008 mengenai Pembentukan dan Panduan untuk Piagam Audit Internal, serta sebagai cerminan komitmen Perseroan akan tata kelola internal yang kokoh. Piagam Audit Internal terakhir diperbarui pada 25 Oktober 2013. Sesuai dengan hukum, Piagam tersebut dicantumkan dalam situs Perseroan.

Struktur Audit Internal

Kepala IAU dan tim Audit Internal secara struktural bersifat independen dari semua unit bisnis Perseroan. Saat ini, IAU dipimpin oleh Maju Tarigan, yang diangkat pada tanggal 1 Mei 2013. Beliau memimpin tim yang terdiri dari tujuh auditor Perseroan, yang empat di antaranya telah mengikuti pelatihan untuk memperoleh sertifikasi Auditor. Ketua IAU dipilih dan dapat diberhentikan oleh Presiden Direktur, sesuai dengan aturan Surat Edaran mengenai Pengangkatan Kepala Unit Audit Internal yang harus disetujui oleh Dewan Komisaris.

Tugas dan Tanggung Jawab

Tanggung Jawab utama IAU termasuk:

1. Mempersiapkan dan melaksanakan Rencana Audit Internal Tahunan;
2. Mengevaluasi implementasi pengendalian internal dan sistem manajemen risiko, merekomendasikan
     area perbaikan dan memantau efektivitas eksekusi tindak lanjut yang terkait;
3. Mengevaluasi efisiensi dan efektivitas kinerja Perseroan di area-area utama, termasuk keuangan,
     akuntansi, operasi, sumber daya manusia, pemasaran dan teknologi informasi;
4. Melakukan audit dan/atau investigasi khusus jika diperlukan;
5. Mempersiapkan laporan temuan audit untuk Presiden Direktur, Dewan Komisaris dan Komite Audit;
6. Memberikan rekomendasi perbaikan dan memberikan informasi obyektif mengenai kegiatan yang
     sedang dalam pemantauan di semua tingkatan manajemen;
7. Memantau, menganalisa dan melaporkan eksekusi tindak lanjut atas perbaikan yang direkomendasikan;
8. Bekerja sama dengan Komite Audit;
9. Merancang program untuk kegiatan penilaian kualitas yang dilakukan oleh Unit Audit Internal.